Grid Setting

Terjadi Gempa di Pacitan dan Bantul, Ini Dia Penyebabnya!


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah menginformasikan terjadinya guncangan tekntonik yang menimpa wilayah selatan pulau jawa pada pukul 01:28 WIB tadi pagi, hasil analisis dari BMKG sendiri telah menunjukkan bahwa gempa ini berparameter magnitudo m4,7.


Gempa yang terjadi terletak di laut pada jarak 68 km di arah selatan Kota Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 65km di dasar laut. Gempa yang terjadi dapat dirasakan di Ternggalek sampai Tulungagung, bahkan terasa juga di Karang Kates dan Bantul, gempa terasa seakan ada kendaraan berat yang lewat dan tidak menimbulkan dampak atau kerusakan akibat dari gempa tersebut.

Dari laporan Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Agus Riyanto mengutip dari tirto.id gempa yang terjadi di daerah Selatan Jawa ini merupakan efek dari adanya aktivitas subduksi. Agus pun menambahkan asumsi jika dilihat dari lokasi dan kedalaman dari gempa, gempa jenis ini merupakan jenis gempa yang menengah.

Efek dari Gempa!

Menurut Agus mengutip dari publikasi tirto.id, dia menegaskan jika gempa yang terjadi dan terasa sebelumnya tidak memiliki dampak akan terjadinya tsunami. Kepala Stasiun Geofisika Sleman Tersebut mengatakan bahwa dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Himbauan Kepada Masyarakat!


  1. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
  2. Masyarakat dihimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
  3. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan dari gempa, atau tidak ada kerusakan akibat dari getaran gempa yang membahayakan.
  4. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. 


Subscribe Our Newsletter

avatar
Menjadi Kreativ dan Inovatif, Bersama KreativeUnit.
Ikuti Sosial Media Pribadi Admin

Related Posts

0 Komentar

Posting Komentar

Bebas Berkomentar, Silahkan Login Dengan Google dan Tinggalkan Komentar Anda.
Biasakan Menggunakan Bahasa Sopan Tanpa Membawa Unsur Suku, Adat, Ras, dan Agama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Parallax

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel

X
Berlangganan

Dapatkan pemberitahuan melalui email setiap ada artikel baru. Gratis!